by

5 Fakta Keren di Balik Mooncake atau Kue Bulan Khas Tionghoa

Salah satu jajanan oriental yang cukup banyak dikenal di Indonesia adalah Kue Bulan atau mooncake. Panganan ini merupakan kue khas asli tradisional masyarakat Tionghoa. Kue ini menjadi salah satu makanan wajib yang mesti ada ketika perayaan musim gugur pada tiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri kue bulan atau mooncake lebih sering disebut dengan tiong chiu pia atau gwee pia penyebutan ini berasal dari Bahasa Hokkian. Bentuk kue khas Tionghoa ini bulat yang menjadi simbol sebuah persatuan dan keutuhan. Akan tetapi dalam perkembangannya kue telah bermutasi dengan beraneka bentuk untuk menarik para konsumennya.

Setelah sedikit mengenal mengenai mooncake, maka sekarang kita akan mengulik fakta di balik kue bulan khas Tionghoa inii. Berikut beberapa fakta menarik di balik kue bulan atau mooncake:

Mooncake
  1. Alasan Kue Berbentuk Bulan

Dilihat dari bentuknya memang kue ini berbentuk bulat, yang sering diidentikan dengan bentuk bulan yang terlihat dari bumi. Akan tetapi anggapan ini nyatanya salah. Bentuk bulat pada kue bulan merupakan sebuah perlambang dar rasa kekeluargaan dan persatuan. Sehingga ketika memasuki mooncake festival, banyak yang menjadikan momen ini sebagai momen berkumpulnya seluruh anggota keluarga.

  • Arti Simbol Stempel di Atas Kue

Ciri identik dari kue bulan atau mooncake ini adalah adanya ornamen stempel di atas kue. Stempel tersebut bertuliskan huruf mandarin. Jika selama ini kita menganggap stempel itu hanya pemanis kue saja, nyatanya hal itu keliru.

Tulisan yang ada di stempel tersebut jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia maka memiliki makna “panjang umur” atau ada juga yang berarti “harmoni”. Tulisan itu merupakan doa dan harapan yang disematkan dalam sebuah kue manis khas Tionghoa bernama kue bulan. Namun kini sudah banyak yang memodifikasi tulisan di stempel kue bulan yang tujuannya untuk menarik para konsumen.

  • Kue Bulan Raksasa

Jika selama ini kita melihat kue bulan yang ada di pasaran ukurannya hanya kurang lebih 15 cm saja. Akan tetapi dipertengahan september tahun 2013, tim kuliner yang berasal dari sebuah hotel berbintang lima di Kota Shanghai berhasil mencetak rekor dunia untuk kue bulan berukuran raksasa. Berat kue super jumbo ini hingga 2.496,6 kg. Kue bulan raksasa ini sengaja dibuat untuk mengisi kemeriahan festival musim gugur di negeri tirai bambu Cina.

  • Sosok Dewi pada Kemasan Mooncake

Setiap kita membeli kue bulan atau mooncake pasti kita melihat gambar sosok wanita yang ada di kemasan kue ini. Sosok wanita cantik ini menimbulkan pertanyaan, siapakah wanita ini? Wanita ini merupakan sosok Chang Erl, istri dari seorang pemanah yang bernama Hou Yi. Kedua sosok ini merupakan tokoh utama dalam cerita legenda di balik lahirnya kue bulan. Sosok wanita inilah yang disebut sebagai Dewi Bulan

  • Asal Mula Bakpia Khas Jogja

Fakta terakhir di balik kue bulan alias mooncake adalah cikal bakal lahir kue bakpia khas Jogja. Hal ini lantaran kue bulan in telah masuk ke Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu, kemudian beradaptasi dengan cita rasa masyarakat Indonesia hingga berubah menjadi bakpia khas Jogja seperti sekarang ini. Cita rasa bakpia ini mirip dengan mooncake jenis souzhou berpadu dengan mooncaake jenis Tiociu-style yang manis dengan kulit renyah.

Demikian tadi 5 fakta keren di balik kue bulan atau mooncake khas Tionghoa. Semoga tulisan ini bisa menambah pengetahuan Anda seputar dunia kuliner utamanya kue manis khas negerii Cina.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *